Kepulauan Derawan dengan Sejuta Wisata Alam

Apa sih yang sekarang banyak dicari di Derawan? Pantai, iya. Karang, pasti. Penyu, banyak. Tapi sekarang ada banyak hal yang bisa ditemui di Derawan. Dari mulai Manta hingga Hiu Paus alias Whale Shark!

Menjawab pernyataan tersebut, pagi-pagi buta pukul 4, saya dan tim @maratuadventure berangkat menuju Talisayan. Talisayan merupakan satu area di Kab Berau yang letaknya cukup jauh dari pulau Derawan, sekitar 2-3 jam tergantung ombak. Disana, konon terdapat hiu paus yang selama ini hanya bisa dijumpai di Teluk Cendrawasih, Nabire Papua saja.

Sayang, perjalanan kami terhambat oleh ombak jadi kapal seringkali digoyahkan oleh kerasnya ombak. Berkali-kali terlihat ombak lebih tinggi dibandingkan geladak kapal, membuat semua penumpang menjadi ngeri karenanya. Alhamdulillah, semua berangsur membaik saat kami sudah mendekati perairan Talisayan, yang ditandai dengan adanya bagan ikan.

Dari kejauhan, kami melihat para nelayan melempari ikan ikan kecil kearah laut. Tiba-tiba sebuah sosok besar melompat dan menghisap ikan-ikan yang mengambang diatas air itu! Tak kusangka, ternyata selama ini benar, hiu besar ini hidup tak hanya di Teluk Cendrawasih saja, tapi ia telah bermigrasi ke Derawan, bahkan katanya sampai juga di Gorontalo!

Puas bermain dengan whaleshark, kami melanjutkan perjalanan menuju Biduk-Biduk, yaitu daerah dimana lokasi danau Labuan Cermin berada. Speedboat menghempas ombak sekitar satu jam setengah untuk sampai ke Biduk-Biduk.

Sesampainya di Biduk-Biduk, speedboat kami harus melewati terowongan sebuah dermaga agar bisa menyebrang. Agak ngeri juga karena terowongan dermaganya kecil sekali dan kapal kami cukup mepet dengan kaki dermaga. Untungnya, motoris sudah hafal diluar kepala.

Di dermaga ini, kami harus berganti dengan kapal kecil alias katingting. Suasana saat itu sangat sejuk. Sinar matahari tak terlalu menusuk kulit. Sepanjang perjalanan menyusuri sungai, dapat terlihat pepohonan rimbun menyelimuti pinggiran sungai. Air sungai tampak berwarna hijau tosca, membuat semua orang sulit menahan nafsu untuk segera melompat ke bawah.

Tak lama, sungai ini bermuara pada satu danau. Danau Labuan Cermin

Kalau kamu berkunjung ke Labuan Cermin, jangan lewatkan kesempatan untuk melakukan freedive, karena dibawah air terdapat kayu-kayu yang tersusun secara unik, menjadikan ornamen bagi kamu yang suka freediving. Cuma hati-hati karena danau ini cukup dalam, jadi bagi yang belum bisa berenang mungkin lebih baik menggunakan pelampung.

Menurut masyarakat, di Labuan Cermin juga dibilang cukup mistis. Jadi kalau ada peserta wanita yang sedang datang bulan, sebaiknya tidak mengunjungi Labuan Cermin. Entah mengapa, sudah menjadi aturan kasat mata bagi para masyarakat di sekitar Labuan Cermin.

Selalu ada aturan dimana kita menginjakkan kaki. Meskipun kadang terdengar lucu dan nggak logis, ada baiknya kita mengikuti aturan tersebut. Cusss jalan lagi!

Tinggalkan Balasan