Dampak Buruk Mengabaikan Hubungan Yang Renggang

Banyak Hal Selain Agama Yang Bisa Menjadi Alasan Hubungan Berakhir

Pasang surut hubungan asmara tidak bisa di hindari, hanya bagaimana cara kamu dan pasangan mengatasinya. Karena dampak buruk dari pasang surut ini adalah membuat hubungan kalian menjadi renggang. Biasanya, di saat hubungan di rasa mulai merenggang, kedua bela pihak akan melakukan segala cara untuk mengembalikan hubungan tersebut seperti semula.

Tapi, masih ada saja orang yang justru membiarkan masalah ini tanpa bertindak untuk menyelesaikannya. Padahal, hubungan yang renggang dan di biarkan berlangsung hingga waktu yang lama bisa menimbulkan banyak dampak buruk. Kenapa bisa? Simak alasannya di bawah ini.

Komunikasi Terhambat Karena Hubungan Yang Renggang

Komunikasi yang biasa kamu lakukan dengan pasangan pasti akan berubah di saat hubungan kalian merenggang. Yang biasanya cukup intens dan memiliki banyak topik pembicaraan, kini menjadi lebih datar.

Karena obrolan saat hubungan renggang akan tampak kurang asik dan tidak bisa mengalir seperti biasanya. Ini bisa terjadi karena sperti ada jarak yang terbentuk di antara kalian, sehingga komunikasi dan obrolan yang kalian lakukan terasa membosankan dan seperti tidak ada yang bisa di bahas.

Membuat Hubungan Terasa Membosankan

Mungkin sebelum renggang, hubunganmu dengannya sangat seru dan bisa saling melempar candaan. Tapi kini terasa lebih hambar, apa yang kamu rasakan juga sudah sulit untuk di sampaikan.

Kondisi hubungan yang tidak sehangat biasanya, membuat kamu enggan untuk memulai obrolan atau kegiatan bersamanya. Alhasil, kamu dan dia menjadi lebih sungkan serta merasa tidak nyaman untuk memulai cerita atau hanya sekedar mengobrol.

Menimbulkan Masalah dan Salah Paham

Bisa saja hubunganmu awalnya tidak begitu renggang dan masih bisa tertolong, namun sikapmu yang membiarkan masalah ini terus berlanjut membuat jarak di antara kalian semakin besar. Hasilnya, dari masalah sampai salah paham akan mudah merusak hubungan kalian.

kamu dan pasangan yang tidak mau mencari tahu akar permasalahan yang membuat hubungan kalian renggang. Hal inilah yang membuat komunikasi kalian memburuk, sehingga masing-masing dari kalian berasumsi sendiri mengenai apa yang terjadi. Jika di teruskan, asumsi yang tidak jelas ini bisa menimbulkan salah paham dan masalah baru.

Jangan biaskan membiarkan satu masalah berlarut-larut dalam hubunganmu. Hubungan yang renggang bukan berarti tidak bisa di perbaiki, semua tergantung usaha dan inisitif kalian berdua untuk menyelesaikannya.

Mengabaikan Pasangan Dalam Hubungan, Ini Yang Akan Terjadi

Saat menjalin hubungan percintaan, kebahagian menjadi salah satu hal yang harus di rasakan kedua belah pihak. Jika tidak, hubungan yang terjalin itu berarti ada yang salah. Jalinan asmara memang tidak bisa terus berjalan mulus, sesekali mungkin akan menghadirkan rasa sedih dan kecewa, karena yang namanya manusia pasti tidak pernah luput dari kesalahan.

Setiap pasangan pasti ingin mendapatkan perhatian dari orng yang ia cintai, tapi bagai mana kalau kamu malah mengabaikan pasanganmu? Meski banyak alasan mengapa kamu mengabaikan pasanganmu, hal itu tetap saja tidak baik untuk hubungan yang kalian jalani. Mau tau dampak mengabaikan pasangan bagi hubungan? Yuk, simak ulasannya di bawah.

Merasa Kesepian

Suatu hubungan di bangun untuk meningakatkan kebahagiaan dan rasa nyaman, sudah seharusnya bagi orang yang berpasangan tidak merasa kesepian lagi. Sosok seorag pasangan adalah tempat untuk berbagi cerita, mendapat perhatian, kasih sayang, dan tempat untuk menenangkan diri.

Jika kamu mengabaikan pasanganmu, entah itu dengan alasan apapun. Ia pasti akan merasa kesepian dan bahkan seperti kosong. Rasa kesepian yang dialami itu akan membuat moodnya memburuk.

Merasa Tidak Di Hargai

Untuk menciptakan satu hubungan yang harmonis, sikap saling menghargai adalah salah satu hal yang harus ada dalam diri kedua pihak. Jika seseorang selalu di abaikan oleh pasangannya, mereka pasti akan merasa bahwa kehadirannya sudah tidak di hargai lagi. Ini bisa terjadi karena mereka sudah tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang seharusnya mereka dapat.

Jika sudah seperti ini, mungkin saja hubungan yang kamu jalani bukanlah hubungan yang seahat. Perlu di ingat bahwa setiap orang itu berharga di mata orang yang tepat.

Resiko Hadirnya Orang Ketiga

Terus-terusan di abaikan oleh pasangan, buka tidak mungkin jika kamu akan mulai mencari kebahagiaan di luar dengan alasan ingin mendapatkan kebahagiaan yang tidak kamu dapat dari pasanganmu yang sekarang.

Di saat seperti ini, kemungkinan orang ketiga hadir dalam hubunganmu sangat besar. Apalagi ia mengetahui bahwa kamu sedang terluka dan hubunganmu sedang tidak baik.

Mau itu di abaikan atau mengabaikan, kedua hal itu sama-sama tidak baik untuk hubungan asmara. Ada baiknya bisa saling mengerti dan saling mencintai agar hubungan yang di bangun tidak hancur begitu saja.

Baca Juga Artikel Menarik Lainya :

Ini Tanda Kamu Adalah Pasangan Yang Egois

Hubungan yang sehat baru bisa terbangun saat kedua belah pihak bisa bahagia. Misalnya saling percaya satu sama lain sehingga tidak terlihat seperti berjuang sendiri. Tapi, tanpa kita sadari sikap buruk kita yang egois dan mau menang sendiri. Lama-kelamaan membuat pasangan kita lelah karena sikap itu.

Jika sikap egois yang di miliki tidak segera di ubah, itu akan berdampak buruk pada suatu hubungan. Kamu pastinya lelah juga jika berhubungan dengan seseorang yang selalu menuntut tapi tidak mau di tuntut balik. Atau mungkin kamu sendiri yang sikapnya egois pada pasangan.

Untuk mengetahui apakah kamu juga termasuk pasangan yang egois, beberapa tanda di bawah ini bisa jadi pedomannya.

Selalu Merasa Benar

Individu yang egois sangat jarang mau mengakui kesalahannya. Mereka selalu mencari alasan demi membenarkan perbuatannya. Padahal, berbuat salah adalah hal yang wajar dan untuk menyelesaikannya hanya perlu meminta maaf. Tapi, jika kamu tidak mau mengakui kesalahanmu pada pasangan lantaran merasa benar, bisa di katakan bahwa kamu adalah pasangan yang egois.

Dalam suatu hubungan tidak perlu ada yang kalah atau menang. Kamu tidak perlu selalu benar dan menang setiap berargumen dengan pasangan. Saling menghargai lebih penting dalam hubungan agar tidak ada pihak yang merasa di rendahkan.

Tidak Menghargai Perasaan Pasangan

Setiap pasangan pasti ingin selalu di perhatikan oleh pasangannya. Jika bantuannya tidak di hargai, ia pasti akan merasa sedih. Mau sesederhana apapun perlakuan pasangan, kita sangat di wajibkan untuk menghargainya. Meski itu hal yang sudah biasa, seperti mengantar jemput pasangan.

Perlu kamu ketahui pula, dia rela meluangkan waktunya hanya untuk bisa bersamamu. Kita tentunya tidak mengetahui kegiatan apa saaja yang ia lewatkan untuk bisa menjemputmu. Perlakukan pasangan yang tidak di hargai dapat menyebabkan sakit hati.

Ingin Selalu Di Perlakukan Spesialkan, Namun Enggan Memperlakukan Pasangan Dengan Sama

Ketika sudah menjalin hubungan, kata “aku” tidak berlaku lagi. Jika kamu ingin mendapat perlakuan yang istimewa dari pasangan, maka sudah seharusnya bagi kamu untuk meberi perlakuan yang sama. Sebab, hubungan yang membebani salah satu pihak menandakan ada yang bersikap egois di dalamnya.

Kamu selalu meminta dirinya untuk mengikuti kemauanmu, namun tidak dengan perlakuanmu padanya. Di sini kamu bukan mempertahankan hubunganmu, tapi semata-mata hanya ingin mengendalikan pasanganmu. Alhasil, hubungan yang kalian jalani terkesan hanya menguntungkan dirimu sendiri.

Memang tidak semua orang bisa menyadari bahwa dirinya bersikap egois jika tidak di ingatkan. Semoga beberapa tanda di atas bisa membantu kamu untuk merubah sikapmu kepada pasangan.

Suka Duka Punya Pasangan Pekerja Keras, Jarang Ada Waktu

Setiap orang pasti memiliki sifat yang berbeda-beda. Jadi tak perlu heran lagi kalau kamu akan di pertemukan dengan seseorang yang memiliki sifat unik sebagai pasanganmu. Misalnya adalah dia yang bersifat pekerja keras.

Berhubungan dengan orang yang bersifat positif seperti ini nyatanya bisa mendatangkan suka maupun duka, seperti beberapa contoh di bawah ini. Kalau kamu lebih suka dengan suka atau dukanya?

Masa Depan Terlihat Lebih Cerah Bersamanya

Meski tidak bisa jadi jaminan, tapi bersama orang yang pekerja keras masa depan dapat terlihat lebih cerah. Bagaimanapun, keinginan mereka untuk bekerja dan berusaha demi menata masa depan sangat kuat. Tidak hanya duduk diam menunggu keajaiban dari langit.

Alhasil, saat kamu di ajak menikah pun tidak harus merasakan yang namanya kesulitan finansial dengan orang seperti ini. Oleh karena itu, sosok pekerja keras sering di jadikan salah satu kriteria pasangan idaman.

Mendapat Nilai Lebih Di Keluargamu

Orang yang pekerja keras biasanya akan mendapatkan nilai tambah dari keluarga pasangan. Sebab, anggota keluargamu jadi lebih yakin dengan pilihanmu. Pasalnya, sifat pekerja keras yang di miliki mencerminkan kualitas dirinya yang penuh percaya diri dan bertanggung jawab.

Tidak melihat seberapa rendah pekerjaannya sekarang. Tapi, sisi pekerja keras yang ia miliki suatu saat nanti pasti akan terbayarkan dengan kesuksesan.

Sibuk Dan Jarang Ada Waktu Untukmu

Yang tidak enak dari memiliki pasangan pekerja keras adalah keterbatasan waktu yang ia miliki, dan kerap kali membuat kita merasa terabaikan. Tak jarang juga kamu akan merasa seperti tak memiliki pasangan sanking sibuknya doi dengan kerjaannya.

Di sini kamu harus bisa menjadi pasangan yang pengertian dan paham akan kesibukannya. Itu adalah resiko yang harus kamu hadapi ketika mendapatkan pasangan yang pekerja keras.

Mau seperti apapun sifat yang di miliki pasangan, pasti akan ada saja sisi baik dan buruknya. Dan itu semua tergantung pada dirimu sendiri, mau melihat pasanganmu dari sisi baik atau buruknya saja. Dengan bersyukur atas apa yang di miliki pasangan dapat mempererat hubungan.

3 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Dan Pasangan Berhenti Bertengkar

Penyebab sepasang kekasih sering bertengkar adalah kurangnya keinginan untuk saling memahami dan perbedaan karakter. Apa mungkin hubunganmu juga di penuhi dengan pertengkaran yang membuat kalian renggang?

Seorang penulis dan ahli komunikasi, menyebutkan bahwa dua orang yang dekat, seperti pasangan, lebih mudah terpancing emosi. Oleh sebab itu, resiko kamu dan pasangan bertengkar lebih besar.

Jika kamu sudah lelah dengan pertengkaran tak ada akhir ini, coba terapkan hal-hal di bawah ini. Ada beberapa tindakan yang bisa kamu coba untuk mengurangi pertengkaran sehingga kembali dekat dengan pasangan.

Jangan Marah Lama-lama

Dari hasil studi yang di lakukan sebuah universitas di California, durasi marah dengan pasangan dapat berpengaruh pada kebahagiaan perkawinan dalam waktu yang lama. Semakin lama kamu marah, semakin buruk hubungan kalian.

Makin lama durasi pertengkaran itu, waktu yang kita punya untuk membangun perlwanan demi bela diri semakin banyak. Bukan meminta maaf dan memahami, semakin kita sengsara keinginan untuk defensif makin besar.

Hal seperti ini tentu saja buruk bagi hubungan, karena pertengkaran kecil saja bisa menyebabkan perkelahian yang besar. Jadi, berdamai dan saling memaafkan adalah langkah yang tepat.

Latih Tiga Hal Ini bersama Pasangan

Seorang ahli terapis perceraian dan penikahan, menyebutkan bahwa pertengkaran dapat berubah menjadi perdebatan yang sehat dengan tiga hal ini, yaitu gestur, pemilihan kata, dan nada bicara. Terlihat mudah, tapi tak semuda itu saat di lakukan.

Setiap pasangan di sarankan untuk mempelajari bahasa tubuh, kata-kata, dan nada bicara yang pas di gunakan saat berbicara dengan pasangan. Alhasil, tidak akan ada yang tersakiti lebih jauh ketika terjadi pertengkaran.

Toleransi Dan Kedewasaan

Kamu maupun pasanganmu pasti memiliki kebiasaan yang dapat membuat sebuah pertengkaran semakin sulit dan rumit. Contohnya, tidak mau mendengar penjelasan dari pasangan dan hanya mau menang sendiri.

Bersikaplah selayaknya orang dewasa dengan berhenti bersikap egois. Kamu harus bisa memberi toleransi, bukan hanya melihat baik dan buruknya, namun berusaha untuk memahami semuanya.

Nah, itu beberapa tindakan yang bisa bantu kamu mengatasi pertengkaran. Selain menguras energi, pertengkaran juga tidak dapat menyelesaikan permasalahan dalam hubungan maupun hal apapun. Dengan menerapkan cara di atas semoga bisa membuat kamu dan pasangan kembali dekat, ya!

Hal Menyebalkan Ketika Punya Pacar Over Protektif

Kamu pernah punya pacar yang over protektif? Kamu pernah merasa sebel ngak sih sama sikapnya yang seperti itu? Kalau kebanyakan orang yang di tanya seperti itu pasti jawabannya, iya sangat menyebalkan. Bagai mana tidak, sanking protektiffnya pasangan, mereka sampai melewati batasan-batasan tertentu sampai mengatur kehidupan pasanganya.

Sikap yang suka mengatur-atur ini jadi salah satu hal yang tidak di sukai, orang yang over protektif bahkan tidak segan-segan mengomentari dan mengatur cara berpakaian pasangannya. Wah, kalau sudah seperti ini, siapa yang tahan dan tidak kesal ya. Sanking tidak tahan dengan sikap pasangan seperti ini, tidak sedikit orang yang memilih menyudahi hubunganya.

Selain suka mengatur, ada beberapa hal menyebalkan lainnya yang bisa kamu rasakan saat memiliki pasangan over protektif. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Suka Mengatur Kehidupan Pasangan

Seseorang yang over protektif senang sekali mengatur kehidupan pasangnya. Seharusnya mereka menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah tindakan yang salah. Misalnya, mereka ingin pasanganya makan ini dan itu, cara mereka makan seperti ini, itu.

Tidak hanya itu, mereka juga suka mengatur kehidupan pasangan dalam hal apapun. Padahal, apa yang dia lakukan bisa membuat pasanganya sebal dan memutuskan untuk mengkahiri hubungan. Kalau kamu yang over protektif, segera kurangi, ya!

Curiga Tidak Jelas

Hal menyebalkan lainnya dari seorang yang over protektif, yaitu suka curiga tanpa kejelasan. Mengikuti dirimu kemanapun, menjadi salah satu bukti kecurigaanya padamu. Untuk menghilangkan rasa curiga itu, mereka bahkan mau ikut kemanapun kamu pergi.

Perlu di ingat, kamu maupun pasanganmu bukanlah anak kecil lagi yang harus terus di ikuti orang tuanya. Setiap orang harus memiliki kebebasanya, hilangkan rasa curiga ngak jelas itu! Sikap seperti ini hanya akan membuat hidup pasangan tertekan dan tidak bahagia.

Perhatian Yang Berlebih

Kalau mendapat perhatian dari pacar semestinya kita senang dong, tapi beda lagi ceritanya kalau perhatian yang di berikan sudah melewati batas wajar. Alih-alih senang, kita malah akan menjadi sebal. Tidak di perhatikan salah, di perhatikan berlebih juga salah. Jadi berikan perhatian yang wajar-wajar saja.

Perhatian berlebih hanya akan membuat pasangan jadi sebal dan ilfiel, karena mereka merasa  di perlakukan seperti anak kecil.

Nah, itulah yang akan kamu rasakan jika memiliki pasangan over protektif. Meski maksud dan tujuan mereka ingin melindungi, tapi tindakan yang di lakukan secara berlebih juga tidak akan baik.

3 Kebiasaan Saat Pacaran Ini Tidak Baik Di Masa Depan

Menjalin status pacaran dengan seseorang menjadi momen pengenalan lebih dalam antara kamu dan pasangan. Saat hubungan yang di jalin sudah lama, kita pasti semakin paham dan tahu betul kebiasaan hingga sifat buruk yang di miliki pasangan.

Tapi, ada pula kebiasaan di saat pacaran yang bisa bawa pengaruh buruk pada hubungan itu sendiri. Waspada, berikut ini ada beberapa kebiasaan saat pacaran yang justru tidak baik untuk hubunganmu di masa depan. Yuk, simak ulasannya di bawah.

Pacar Jadi Segala-galanya

Tidak perlu heran, namanya pacaran dan terlebih lagi masih di masa-masa kasmaran, pasangan pasti akan di jadikan segala-galanya dalam hidup. Seakan-akan hidup itu hanya ada dia seorang, lamabat laun kita sendiri akan lupa dengan kehidupan pribadi dan hanya memperdulikan pacar.

Cara berpikir seperti ini harus di hilangkan. Sebab, kita masih memiliki hubungan lain, seperti keluarga, teman, dan sahabat yang sudah berlangsung sejak lama. Jangan hanya karena ada pacar kita jadi lupa dengan mereka semua.

Jadi Supir Antar Jemput

Kebiasaan antar jemput pasangan memang bukan hal baru lagi di jaman sekarang. Walau ada pepatah “kalau cinta butuh pengorbanan”, itu bukan berarti seluruh waktu dan tenaga yang kamu miliki hanya untuk dia. Apalagi jadi supirnya.

Jauh lebih baik kalau kamu mengajarkan dia tentang kemandirian dan tidak semuanya harus bergantung padamu. Antar jemput boleh saja, karena itu termasuk bentuk kasih sayang dan kepedulian. Tapi, itu tidak bisa di jadikan kebiasaan. Apalagi permohonan seperti itu sudah menyulitkan kamu.

Memenuhi Semua keinginananya

Kalau sudah cinta, semua yang di inginkan pacar pasti akan di penuhi. Terkadang rasa gengsi bisa muncul juga kalau barang pemberian pacar di jadikan kebanggan.

Tapi, gaya pacaran seperti ini juga tidak baik untuk kedepannya. Kadang kala kamu juga harus mempertimbangkan dahulu sebelum mengiyakan permintaanya, dan beri dia pamahaman yang tepat.

Selain itu, yang perlu kamu ingat adalah kalian masih berada di tahap pacaran. Jadi jangan terlalu memanjakan pasangan dengan mengiyakan semua keinginannya, terutama yang berkaitan dengan materi.

Umumnya, pacaran memang tidak ada larangannya selama masih dalam batas yang wajar.

Ini Alasan Harus Pertahankan Dia Yang Mau Berjuang Dari Nol

Masing-masing orang memiliki kriteria pasangannya sendiri. Tapi, terkadang ada kualitas yang sering di lupakan atau tidak di perhatikan dan sering di sia-siakan. Yaitu, pasangan yang sudah menemani kamu dari nol.

Siapa saja pasti akan mencintai kamu jika kamu sudah berkecukupan, namun yang mau setia dan selalu percaya ketika kamu kekurangan, menjadikan orang tersebut pribadi yang berkualitas. Oleh karena itu, kamu pasti akan sangat rugi kalau mengabaikannya.

Berikut ini ada beberapa alasan kenapa kamu harus mempertahankan dia yang rela menemanimu dari nol. Yuk, simak alsannya di bawah ini.

Denganya Kamu Lewati Suka Duka Kehidupan.

Tidak mudah jalani hidup denganmu yang belum ada apa-apa. Ada banyak rintangan yang harus kalian hadapi bersama. Sama halnya dengan momen-momen suka yang hanya sederhana, akan tetapi sudah membahagiakan kalian berdua.

Kebersamaan inilah yang menjadikan kalian pribadi tangguh. Bersamanya kamu bisa bertumbuh. Kenangan seperti itu, apakah tidak cukup berharga dan pantas untuk kamu jaga? Perlu di ingat juga, mencapai kondisi kamu yang sekarang ini, di butuhkan banyak perjuangan dan penuh dengan luka-luka kaibat kegagalan.

Kekuatan Mentalnya Sudah Teruji

Bukan hanya romantis saja, dalam membangung sebuah hubungan juga di butuhkan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai masalah sama-sama. Untuk masalah satu ini, pasanganmu tentu saja tidak perlu di ragukan lagi ketahanan mentalnya.

Di saat yang lain tidak mempercayai mimpimu, doi justru yang menyakini dan mempercayaimu, bahwa kamu bisa mengapai semua itu. Ketika yang lain berusaha mematahkan cita-citamu, dialah yang membuat kamu tetap kuat sekaligus memberi semangat. Dengan mentalnya yang sudah teruji, kamu masih yakin mau melepasnya?

Banyak Konflik Yang Berhasil Kalian Berdua Hadapi

Bukan hal yang mudah menemanimu dari nol. Dengan banyaknya tekanan dalam kehidupannmu, hubungan kalian juga ikut terkenap dampaknya.

Mungkin sudah tidak bisa di hitung dengan jari lagi berapa banyak konflik yang terjadi pada kalian, dan syukurnya, berbagai konflik tersebut bisa kalian hadapai bersama. Jika di bandingkan dengan hubungan orang lain, hubungan yang kalian bangun sudah termasuk matang. Hal semacam ini belum tentu bisa kamu dapatkan jika berpasangan dengan orang lain lagi.

Memang tidak semua orang bisa mendapatkan pasangan yang setia dalam suka maupun duka. Maka dari itu, jika ia adalah orang yang sudah setia menemani kamu dari nol, jangan di sakiti apalagi di sia-siakan. Kualitas yang ia miliki sudah sangat terjamin.

Sikap Mesra Yang Tidak Di Sukai Pasangan, Malah Bikin Sebel

Kemesraan dalam hubungan menjadi kunci utama keberhasilan dan harapan setiap pasangan, itu sudah semestinya kamu berikan dan dapatkan. Tapi, dia juga bisa membedakan mana mesramu yang benar-benar tulus dan yang ada maunya lho.

Bukan buat dia bahagia dan tersanjung, sikap mesramu yang ada maunya itu hanya akan membuat ia semakin sebel. Perlu kamu tahu, berikut ini ada beberapa sikap mesra yang tidak di sukainya.

Pahami dan pelajari supaya tidak terulang kembali bila kamu pernah melakukannya.

Mesra Setelah Berbuat Salah

Tidak perlu mengelak lagi, sikap mesra yang kamu lakukan saat berbuat kesalahan pasti semata-mata hanya untuk mendapatkan maaf darinya. Meski hal ini kamu lakukan untuk mencegah kandasnya hubungan kalian, lama-kelamaan pasanganmu juga akan merasa capek.

Perubahan yang terjadi pada dirimu akan terlihat seperti seorang penjilat baginya. Terlebih lagi untuk kamu yang sering membuat kesalahan. Ia tidak akan menjadi lebih baik dengan kemesraanmu itu.

Mesra Karena Ingin Berhubungan Intim

Hubungan seksual mungkin sudah menjadi bagian dalam kehidupan kalian saat sudah menikah, namun sikap mesra yang kamu tunjukan hanya pada saat berada di ranjang tidak akan cukup memuaskan batinnya. Trutama laki-laki, perempuan tidak akan suka di perlakukan seperti ini.

Perempuan lebih suka sikap mesra yang konsisten. Bahkan, ia akan lebih senang jika kemesraan itu di dapat tanpa ada embel-embel berhubungan seksual. Memberi sikap mesra padanya tanpa tujuan minta jatah tidaklah sulit, jadi cobalah bersikpa lebih baik padanya.

Mesra Tapi Ada Syaratnya

Seperti vocer hadiah saja ya, harus ada syaratnya baru bisa di pakai. Misalnya, kamu menginginkan sesuatu darinya, kamu akan berubah menjadi sosok yang sangat hangat dan mesra padanya saat bertemu.

Hal seperti itu tentu saja tidak baik dalam hubungan kalian. Semakin aneh permintaanmu, maka ia akan berpikir dua kali tentang hubungan kalian. Ia juga akan bertanya-tanya tentang ketulusan cintamu. Masa harus memenuhi beberapa persyaratan dahulu untuk bisa dapat senyuman dan gandengan tanganmu?

Sebanarnya hanya cinta tulus darimu padanya yang bisa membuat kamu otomatis bersikap mesra dan hangat. Gak perlu latihan, dari cara kamu memperlakukannya saja sudah bisa memperlihatkan kepribadianmu. Jadi, jangan berpura-pura mesra kepadanya.

Tips Memperbaiki Hubungan Yang Tidak Bahagia Jadi Lebih Baik

Kisah asmara yang di penuhi dengan drama, dari pertengkaran, perjuanganmu yang tidak di anggap, sampai sifat pasangan yang selalu overthinking pasti membuat dirimu tidak nyaman. Mau mengakhiri hubungan, namun masih mencintainya. Bingung sendiri jadinya.

Dari pada putus atau bingung harus berbuat apa, lebih baik memperbaiki hubunganmu denganya. Hubungan tidak bahagia yang kamu jalani bisa di ubah jadi lebih baik lagi. Lantas, bagai mana caranya? Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Yuk, simak satu-satu.

Cari Tahu Apa Yang Salah Dalam Hubunganmu

Mencari tahu apa yang salah dalam hubungamu adalah langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Apakah kamu melanggar janji, komitmen, atau ada kesalahan yang kamu lakukan sehingga masalah terus berdatangan?

Sadar akan kondisi hubungan kalian sangat di perlukan. Jika kesalahan itu ada pada dirimu, maka segera ubah. Dan, kalau ada padanya, coba perjelas dan selesaikan permasalahan itu.

Pikirkan Kelanjutan Hubungan Kalian

Berada dalam hubungan yang di penuhi drama seperti ini pasti membuat dirimu tidak bahagia. Akan tetapi, pilihan untuk putus juga sulit untuk di ambil. Inilah mengapa kamu harus memikirkan kelanjutan hubunganmu, layak atau tidak mempertahankan hubungan yang seperti ini.

Jujur pada diri sendiri juga di perlukan. Jangan sampai langkah yang kamu ambil menjadi penyesalan nantinya. Dalam urusan ini, kebahagian dirimu menjadi hal utama yang harus kamu pikirkan.

Berkomunikasi Dengan Penuh Kejujuran

Bila kamu memilih untuk tetap bertahan dan ingin menciptakan hubungan yang jauh lebih baik, maka jalinlah komunikasi yang baik dengan pasanganmu. Cobalah hargai pasanganmu dan hapuskan sikap menghakimi dalam hubungan kalian.

Segala sesuatu yang bersangkutan dengan hubungan harus di perbaiki dan bicarakan bersama. Saling ambil andil dalam urusan hubungan sehingga hubungan ini bisa menjadi lebih baik lagi.

Hubungan yang tidak bahagia bukan berarti tidak bisa di perbaiki, semua bisa cara bisa kamu coba. Jika kamu dan dia bisa membangun kembali kisah asmara kalian, maka cobalah perbaiki sebelum mengambil keputusan untuk berpisah.

Anal Seks?, Ini Alasan Untuk Menolak Melakukannya

Anal seks adalah kegiatan seksual yang menjadikan anus sebagai tempat masuknya penis. Meski aktivitas seksual seperti ini tabu, tidak sedikit juga pasangan yang ingin mencoba melakukannya karena penasaran.

Di balik rasa penasaran, hal yang wajib kamu ketahui sebelum melakukan anal seks adalah faktor kebersihan dan resikonya. Hal ini juga yang mendasari alasan beberapa pasangan engan melakukan anal seks. Jika kamu tidak ingin melakukannya juga, berikut ini ada beberapa alasan yang bisa kamu gunakan untuk menolaknya.

AKtivitas Yang Jorok

Faktor kebersihan sering menjadi perdebatan mengenai anal seks yang sulit untuk di katakan tepat. Pada dasarnya, anus merupakan jalan keluarnya kotoran dari tubuh sehingga berhubungan intim melalui area tersebut tidak bisa di benarkan.

Tidak sedikit juga pasangan yang menganggap anal seks adalah aktivitas yang jorok. Bercinta dengan cara ini juga bisa merusak hakikat sebenarnya dari berhubungan intim yang lembut dan penuh kenikmatan.

Rasa Nyeri Di Area Anus

Fungsi anus dengan vagina tentu saja berbeda. Otot-otot di kedua bagian itu juga berbeda sehingga sangat tidak tepat apabila di jadikan tempat melakukan hubungan intim.

Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah timbulnya rasa nyeri pada area anus. Saat pertama kali melakukan anal seks, rasa nyeri ini bisa di pastikan akan muncul saat melakukan kegiatan tersebut.

Masih Ada Cara Lain Untuk Becinta

Menolak untuk melakukan hubungan anal seks juga menjadi hak bagi setiap pasangan. Sebab, kenyamanan dan keaman saat bercinta merupakan hal pertama yang wajib di pertimbangkan.

Selain itu, cara lain untuk bercinta terbilang masih banyak dan lebih benar. Dengan begitu, anal seks bisa kamu jadikan pilihan kedua apabila kamu sudah siap dengan berbagai resikonya.

Samua alasan yang ada mengenai anal seks rata-rata berkaitan dengan kesehatan. Banyak resiko berbahaya yang bisa kamu dapatkan jika nekat melakukannya tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Sebaiknya pikir-pikir dahulu sebelum melakukan anal seks, ya!

3 Hal Yang Harus Kamu Lakukan Saat Punya Pasangan

Memiliki seorang pendamping hidup atau pasangan pasti membuat hidup kita jadi lebih berwarna. Tapi masalah yang datang sering kali buat cintamu dan dia penuh dengan cobaan. Meski begitu, kebersamaan dan rasa saling percaya membuat hubungan yang kalian jalani bisa tetap kokoh.

Jika sudah memiliki pasangan, ada beberapa hal yang harus kamu pertanggung jawabkan. Apa saja tanggung jawab tersebut? Simak ulasan di bawah ini yuk.

Bersikap Sewajarnya Ketika Berinteraksi Dengan Lawan Jenis

Ketika sudah memiliki pasangan, wajib hukumnya untuk kamu bisa menjaga sikap saat berinteraksi dengan lawan jenis meskipun itu adalah teman dekatmu. Sebab, statusmu yang sekarang sudah menjadi pasangan sesorang. Maka dari itu, bersikaplah sewajarnya dan tidak berlebihan dalam hal kontak fisik.

Mungkin hal semacam itu sudah biasa bagimu, tapi bagi pasaganmu itu hal yang tidak benar. Pasanganmu pasti akan cemburu saat melihat kamu terlalu dekat dengan lawan jenismu.

Meluangkan Waktu Untuk Pasangan

Sepertinya tidak ada bedanya punya pasangan dan tidak punya pasangan jika tidak ada waktu untuk bersama. Untuk menciptakan hubungan yang harmonis di butuhkan pendekatan dan pertemuan yang lebih intens. Oleh sebab itu, kamu harus siap meluangkan waktumu sedikit untuk pasanganmu meski sibuk.

Di awal pacaran, kamu pasti merasa ingin selalu ada di dekatnya. Maka itu, hal seperti ini seharusnya bisa kamu lakukan tanpa harus di minta.

Mendiskusikan Semua Hal Yang Bersangkutan Dengan Hubungan

Saat kamu masih jomblo, mungkin membuat sebuah keputusan adalah hal yang bisa kamu lakukan sendiri. Sebaliknya, saat sudah mempunyai pasangan kamu juga haru melibatkan dirinya dalam membuat keputusan. Terlebih lagi hal itu berkaitan dengan hubungan kalian. Hal ini sangat wajib, sebab ia  berhak memberikan pendapat.

Contohnya, kamu harus pergi keluar kota di karena ingin mengambil pekerjaan dengan jabatan tinggi. Itu tentu saja membuat hubungan kalian harus LDR. Kondisi seperti inilah kamu harus melibatkan dia dalam mengambil keputusan. Sebab jarak akan berpengaruh dalam hubungan kalian.

Tanggung jawab setelah memiliki pasangan memang berat. Namun itu semua adalah proses yang harus kamu jalani karena sudah bernai menjalin hubungan.