Tempat Liburan Singkat yang Ada di Sekitar Jakarta

Singapore

Saya sangat rindu traveling ke negara Singa ASEAN yaitu Singapura. Singapura adalah negara pertama yang gue kunjungi di luar negeri pada umur 15 tahun sendiri. Sampai tahun lalu masih aja nggak bosan bolak-balik Singapura! Karena pandemi ini jadi kangen banget ke sana. Tapi you know apa yang paling ngangenin dari Singapura? Dugem alias clubbing!

Tiap gue ke Singapura dipasin Rabu malam karena pas ada Ladies Night. Artinya, cewek-cewek gratis masuk club, plus dapat minuman gratis! Bukan cuman segelas seorang, tapi 4 gelas, bahkan ada yang unlimited! Pilihan tempatnya juga bervariasi, tematik, dan bebas asap rokok. Cowok-cowok sana juga baik-baik, suka traktirin minum. Huehehe!

Lampung

Sudah nonton film “Trinity Traveler” di Netflix Indonesia? Tahukah Anda bahwa banyak tempat indah dalam film yang diambil di Lampung – provinsi paling selatan di Sumatera?

Gue suka sih Lampung karena makanannya enak-enak, pantainya bagus-bagus, dan dekat dari Jakarta. Beberapa kali gue sama sahabat-sahabat gue liburannya ke Lampung kayak di foto ini. Kalo sama babang Hamish eh Paul… hmm kasih tau nggak ya? Huehehe! Yang pengen tau lokasi syuting film ini, mulai dari Lampung sampai Maladewa, bisa langsung nonton aja ya.

Kepulauan Seribu

Akhirnya saya berada di pantai lagi setelah 6 bulan! ️ Karena pandemi (saya masih kurang nyaman naik pesawat), saya memutuskan untuk pergi ke sebuah pulau di Kepulauan Seribu yang hanya 1,5 jam naik perahu dari Jakarta.
Jadi di sana saya dengan senang hati melakukan pose khas saya!

Ya ampun, senangnya ketemu pantai lagi: berenang jumpalitan, dengerin deburan ombak, leyeh-leyeh diterpa angin semilir jemuran sampai item! Anda tidak tahu betapa istimewanya Anda ketika Anda tinggal di Indonesia!  Setuju gak?

Apalagi bagi para penduduk Indonesia yang berada di Jakarta. Apabila bosan dan butuh refreshing beberapa hari tinggal kunjungi saja kepulauan seribu yang ada di Jakarta Utara. Selain biaya yang dibandrol sangat murah, ada banyak sekali pulau indah yang dapat anda pilih sebagai tempat untuk menenangkan pikiran disana.

Persiapan Liburan Bisa Dilakukan Hanya Melalui Smartphone

Sedang mencari topi baru buat dibawa trip. Ke mana pun pergi, udah pasti topi penting banget. Dulu pernah males pake topi dan panas-panasan kemudian… menyesal karena jidat kebakar wkwkwk perih banget. Pas banget nih lagi ada Lazada 11.11 Big Sale, Diskon Terbesar 1 hari, liat diskon-diskonnya sih mayan banget, makanya dari kemarin-kemarin udah pilih-pilih barang di Lazada, masukin favorit buat dibeli di tanggal 11 November 2021 ini! Inget, diskon terbesar 1 hari, jangan sampe kelewat dan sambil nunggu 1111 Lazada, mari kita browsing barang-barang inceran dulu yakan! Gratis Ongkir juga lho!

Lagi seneng banget pake tas tenun jerami yang beli di Lazada ini, ga cuma cocok buat main ke pantai, tasnya juga matching sama macem-macem warna dan model baju, plus cocok juga buat main di kota. Yang mau cari entah tas, outfit, sepatu, barang-barang buat trip, saatnya merapat ke Lazada karena lagi ada Promo Gajian Lazada, diskon up to 80%, Serba 99 ribu dan Gratis Ongkir, sampai 31 Oktober 2021 ini ya!

Siapa yang klo trip bawaannya laperan mulu? pengen ngemil tapi klo ngemil chips ya kok ga kenyang-kenyang wkwkwk. Tapi emang klo lagi traveling kan banyak gerak ya, activity outdoor jadi energi yang dibutuhkan juga lebih banyak dong *uhuk*, klo udah darurat laper paling enak dan gampang sediain Kanzler Single aja, siap makan, praktis banget bisa langsung dimakan dan ENAK! itu paling penting, jadi sekarang selalu sedia Kanzler Sosis singles dong di tas.

Sambil trip sambil atur trip berikutnya, siapa yang gini juga? Biasanya planning, bikin itinerary dan booking-booking buat next trip ya pake smartphone aja sambil browsing juga, apalagi udah enak banget pake UOB PRIVI Miles, setiap transaksi lokal IDR 8000 atau transaksi internasional IDR 4000 akan mendapatkan 1 airline miles! Selain itu UOB PRIVI Miles juga udah cover klo (amit2 ya) terjadi kecelakaan perjalanan, ini cover hingga 7 miliar rupiah.

Keuntungan lain? Poin bisa dituker dengan tiket gratis, atau upgrade ke business class di Krisflyer, Garuda Miles, Asia Miles & Air Asia Big Points, plus kalian akan mendapatkan bonus hingga 4.500 airline miles dengan minimal transaksi 5 juta/bulan selama 3 bulan setelah kartu disetujui.

Impian Jadi Kenyataan Berkat Kerja Keras

Eropa sudah ada dalam daftar destinasi impian saya selama bertahun-tahun. Ketika teman saya si Tomas meminta saya untuk datang ke Eropa dan merencanakan perjalanan bersama, saya langsung menjawab ‘ya’. Yah semuanya sudah direncanakan, saya cukup takut ketika mengajukan visa karena ini adalah pertama kalinya saya bepergian ke luar Asia.

Mimpi jadi kenyataan! Saya sangat menikmati setiap hari di Eropa, bertemu fotografer hebat, mendapatkan teman baru, dan pergi ke tempat-tempat indah yang terlihat seperti wallpaper. Itu meniup pikiran saya! Salah satu tempat favorit saya untuk memotret adalah Tre Cime di wilayah South Tyrol di Italia. Gunung paling luar biasa yang pernah saya lihat dalam hidup saya. itu membuat saya menyadari betapa kecilnya saya dikelilingi oleh gunung yang luar biasa ini!

Kami berencana untuk memotret di puncak ketiga, tetapi cuaca sedang hujan.
Kami tidak dapat melihat apa pun. Jadi kami memutuskan untuk mendaki gunung lain, meskipun kami tidak yakin apakah kami akan mendapatkan bidikan yang bagus.
Itu benar-benar hujan dan saya kedinginan! Tapi saya dengan tas berat saya terus mendaki di bawah hujan.

Tiba-tiba, hujan berhenti, dan langit agak cerah. Saat matahari terbenam, warna langit sangat luar biasa! Itu adalah kenangan yang bagus untuk diingat, benar-benar ingin kembali ke Eropa tahun depan.

Momen untuk Diingat pada saat saya traveling. Apa wishlist kamu di tahun 2019? Apakah Anda keberatan untuk membaginya dengan saya? Inilah 10 hal yang ingin saya lakukan di 2019:
-Jelajahi lebih banyak negara di Asia, terutama Asia Tengah!
-Pergi ke Jepang lagi untuk bunga Sakura & Musim Gugur
-Pergi ke India untuk Festival Holi & Ladakh
-Lebih banyak negara Eropa! Islandia, Spanyol, Prancis
-Dapatkan lebih banyak klien untuk bisnis kecil saya di ahli strategi media sosial
-Mengunjungi setidaknya satu negara di Amerika Selatan
-Melakukan lebih banyak hal positif untuk menginspirasi lebih banyak penduduk lokal Bali seperti bersih-bersih pantai dan kegiatan amal lokal
-Makan lebih banyak tanaman
-Melakukan workshop di Bali
-Bekerja lebih keras dan Hemat lebih banyak uang untuk Disumbangkan ke Pura di Bali.

Serunya Mempelajari Kebudayaan Lokal di Myanmar

REALITA VS EKSPETASI!!! Niatnya ke bagan mau nikmatin sunrise, tapi pagi ini kabut banget. Emang ya travel partner tuh penting banget buat jaga mood kita, mungkin kalian liatnya ngakak atau ada yg kasian tapi jujur kita malah lebih ngakak nerima nasib. Jalan jalan tuh selalu ada duka dan suka tergantung kalian nanggepinnya gimana, untungnya kabutipis sama terang wicaksono tuh type yang apa apa di bawa enjoy. mungkin gua belom beruntung tapi kalian wajib kesini karena emg bagus bgt!! Semoga bisa balik lagi kesini, siapa tau bisa bareng kan.

Liburan aku ke myanmar ini tuh banyak banget pengalaman dan temen baru yang aku temuin, tapi karna dari Myanmar aku ke Thailand beli tiketnya super riebt bangeeeett jadinya banyak waktu kebuang untuk urus ini itu! untung sekarang udah ada fitur Multi-City dari traveloka liburan jadi lebih simple karna bisa pesen tiket ke berbagai tujuan dalam 1x booking aja! Ada yang udh pernah coba belum?

Lagi scroll camera roll ketemu foto pas sunsetan di bagan! Belajar banget pengalaman baru pas ke myanmar. Hal yang paling gua suka pas traveling itu ya belajar budaya baru, sudut pandang baru, pengetahuan baru dan sejarah di dunia ini, Kalo dapet foto bagus ya bonus aja sih, hehe! Sekarang gua lagi explore manado! Belajar lebih dalam indonesia dari tanah ujung sulawesi. Baru sampe hari ini dan memutuskan untuk extend karena karakter kota ini dan penghuninya yang bikin penasaran.

Bagan itu kalo udh siang terik banget, untung pas kesana nemuin hotel yang ada swimming poolnya plus viewnya cakep bener udh gitu banyak sapi sapi lewat plus kalo sunrise juga banyak balon udaranya kalo gasalah nama hotelnya “kumudara hotel” udah janji sama diri sendiri buat balik lagi ke bagan karena kemarin kurang beruntung cuacanya lagi ujan jadi gadapet balon udaranya.

Hari terakhir di myanmar, rasanya hati saya dipenuhi kebahagiaan dan kepuasan yang tidak dapat diucapkan. Banyak sekali saya mempelajari tentang budaya dan adat lokal yang menarik.

Kegiatan yang Dapat Dilakukan Di Peru

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para wanita di komunitas Patabamba, wilayah Coya, Peru, adalah menenun kain yang terbuat dari bahan-bahan alami, termasuk pewarnaan alami yang berasal dari dedaunan, akar, maupun bunga. Sama seperti tenun-tenun yang berasal dari daerah manapun di seluruh dunia, desain corak tenun asli Peru pun juga memiliki filosofi dan gambar yang khas, yakni bergambar hewan endemik Peru, Alpaca dan Llama.

Kegiatan menenun ini rutin dilakukan, yang mana mereka percaya bahwa selain dibutuhkan keuletan, karya tenun alami ini akan indah hasilnya selama selalu menyertakan ketulusan kebahagiaan dalam setiap tahapan proses pembuatannya.

Selain dari kegiatan tersebut, banyak sekali wisatawan yang mengunjungi Peru karena satu alasan yaitu trekking. Gunung di Peru yang sangat indah dapat dinikmati pesonanya bagi para traveler dari berbagai macam belahan dunia ini. Ada banyak sekali kebutuhan tempat tinggal di gunung yang harus diketahui oleh para pendaki. Apalagi Peru ini cukup berbeda jauh cuacanya dengan di Indonesia.

Kebutuhan akan shelter dalam melakukan ekspedisi adalah mutlak sifatnya. Apapun bentuk ekspedisinya, kapan pun, bagaimanapun. Karena shelter merupakan hal yang penting yang dapat melindungi kita dari segala ancaman eksternal seperti objek yang bisa saja datang menimpa, serta cuaca yang tak bisa diprediksi.

Namun yang tak kalah penting adalah pengetahuan tentang kapan waktu yang tepat menggunakannya. Dalam kondisi dimanapun, ketika waktu berada di kurang lebih pukul 16:00, maka baiknya berhenti dan segera membangun shelter (maksud disini adalah tenda). Sebab ketika mendirikannya kita jg harus menghitung waktu yg dibutuhkan akan proses kelengkapan pendirian shelter yang aman & nyaman. Seperti keperluan logistik, macam mencari sumber air, menyiapkan perapian, memasak, termasuk rehat sejenak dsb. Selama masih ada matahari proses ini akan memudahkan kita menyelesaikannya dan akan efektif hasilnya.

Mengingatkan kembali bahwa hukum utama yang wajib diketahui yang mendasar adalah melakukan kegiatan di alam terbuka itu mengandung & mengundang bahaya. Maka itu penuhilah segala pengetahuan, pemahaman, persiapan, perencanaan, perlengkapan dan perbekalan ekspedisi dengan matang.

Sudut Pandang Berbeda Pada Setiap Perjalanan Hidup

Selamat malam minggu, gimana nih hari kalian? Dalam perjalanan banyak hal baru yang sering kita dapatkan, dan yang paling saya sukai adalah ketika saya bertemu dengan banyak hal baru, entah itu orang-orang, adat budaya, makanan, dan hal lainnya, yang pada akhirnya memberikan saya sebuah persepektif baru yang saya jadikan sebagai sudut pandang baru untuk melihat luas dan besarnya dunia yang ternyata kenyataannya tak hanya sebesar ‘genggaman tangan’.

Mendaki gunung bagi saya bukan hanya sebagai penyalur hobi dan perantara untuk melihat keindahan alam ini, tapi lebih dari itu naik gunung seolah guru bagi saya, mencari pengalaman baru, keluar dari zona nyaman yang sekarang sudah menjadi zona nyaman bagi saya sendiri.

Pengalaman naik gunung seolah mampu membuka mata saya akan perspektif baru tentang filosofi kehidupan, karena ditiap langkah yang kita pijak, tiap orang yang kita jumpai dan tiap hal yang kita lakukan di Gunung, sedikit banyak akan mengubah pandangan kita kedepannya, memperkaya khasanah tentang ilmu kehidupan yang kita pelajari dari alam.

Kalau kata anak Kelana Bersama arief dkk “Sepertinya tidak ada hal yang akan kembali sama sebelum semua ini dimulai”, jadi setiap turun gunung selalu ada hal baru yang bisa kita petik untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman kedepannya. Yuk mendaki dengan bijak.

Danau taman hidup, tempat paling nenangin di Gunung Argopuro kemaren. Momen yang paling enak itu pas duduk dipinggir dermaga mandangin burung yang lalu lalang diantara kabut sambil denger playlist favorit. Saking enaknya sampe males beranjak buat ngapa-ngapain.

Btw, kadang mikir, nanti kalo udah lulus kuliah pas udah masuk dunia kerja masih bisa jalan-jalan sebebas sekarang gak. Ada yang mikir kayak gini? Atau ada jg yg pas udah masuk dunia kerja jadi gak sebebas dulu lagi jalan-jalannya? Sebenarnya tidak perlu khawatir ya, karena ketika kerja malah menurut saya lebih bebas. Karena ada waktu cuti yang bisa dipilih dan digunakan untuk tetap menjalankan hobi.

Tidak Pernah Bosan Mengunjungi Pulau Padar

Selamat pagi dari Padar Island. Ini golden moment sunrise di pulau yang nggak ada matinya, mau savananya lagi coklat, ijo, atau kuning tetep keren banget. Kemaren karena long weekend jadi cukup rame, ada sekitar 10 kapal yang bersandar sampai rebutan spot buat foto. REBUTAN SPOT??? Iya, kemaren terjadi rebutan spot disini oleh geng emak-emak. hahaha untungnya tim gue kemaren santai adem ayem aja, bukit-bukit di puncaknya luas kok bisa pilih spot mana aja yang kita mau buat foto-foto begini.

Asli sih sekangen itu buat nikmatin pagi damai kayak begini! Sekarang cuma bisa diingat doang, karena emang terkadang, bagian terbaik dari perjalanan itu adalah mengingatnya dan menceritakannya kembali.

Tempat yang sangat indah ini disebut dengan Gusung Island. Tempat ini merupakan salah satu spot favorit saya di  Komodo National Park. Kebayang gak rasanya sensasi berenang di blue turqouise water ocean kayak gini? Seruuu banget! Sepanjang mata lo memandang lo bakalan disuguhin pemandangan biru turqouise kayak gini. Sayangnya spot ini nggak selamanya bisa didatengin, karena munculnya tergantung dari pasang surut air laut

Masih belum bisa move on dari keriaan perjalanan Flores kemaren. Bertemu 35 orang baru dari berbagai daerah, leading mereka yang super berisik-tapi super FUN (kalian paling gokil pokoknya, bikin erwin kerja keras) hahaha. Ini pose low-budget-Moana agnez yang lagi kesenengan maen di Pink Beach, biru turqouisenya gilaak! Sayangnya sekarang coral disini nggak sebagus dulu, tapi vibesnya masih tetep sama selalu excited kalau maen ke spot ini.

Seneng banget akhirnya bisa kembali lagi kesini! Finally, dapet kesempatan ke Waerebo lagi. Dan lebih senengnya bisa jalan bareng temen-temen baru kesini. Tapi kadang diperjalanan yang membutuhkan trekking kayak begini tuh sering banget lupa minum di jalan, ditambah kalau leading the group begini harus teriak-teriak ngasih brief dan cekikikan bareng temen-temen, makanya kadang sering sakit tenggorokan tiba-tiba malem harinya. Makanya aku selalu bawa obat kumur betadine yang bisa diandalin dalam kondisi begini.

Kepulauan Derawan dengan Sejuta Wisata Alam

Apa sih yang sekarang banyak dicari di Derawan? Pantai, iya. Karang, pasti. Penyu, banyak. Tapi sekarang ada banyak hal yang bisa ditemui di Derawan. Dari mulai Manta hingga Hiu Paus alias Whale Shark!

Menjawab pernyataan tersebut, pagi-pagi buta pukul 4, saya dan tim @maratuadventure berangkat menuju Talisayan. Talisayan merupakan satu area di Kab Berau yang letaknya cukup jauh dari pulau Derawan, sekitar 2-3 jam tergantung ombak. Disana, konon terdapat hiu paus yang selama ini hanya bisa dijumpai di Teluk Cendrawasih, Nabire Papua saja.

Sayang, perjalanan kami terhambat oleh ombak jadi kapal seringkali digoyahkan oleh kerasnya ombak. Berkali-kali terlihat ombak lebih tinggi dibandingkan geladak kapal, membuat semua penumpang menjadi ngeri karenanya. Alhamdulillah, semua berangsur membaik saat kami sudah mendekati perairan Talisayan, yang ditandai dengan adanya bagan ikan.

Dari kejauhan, kami melihat para nelayan melempari ikan ikan kecil kearah laut. Tiba-tiba sebuah sosok besar melompat dan menghisap ikan-ikan yang mengambang diatas air itu! Tak kusangka, ternyata selama ini benar, hiu besar ini hidup tak hanya di Teluk Cendrawasih saja, tapi ia telah bermigrasi ke Derawan, bahkan katanya sampai juga di Gorontalo!

Puas bermain dengan whaleshark, kami melanjutkan perjalanan menuju Biduk-Biduk, yaitu daerah dimana lokasi danau Labuan Cermin berada. Speedboat menghempas ombak sekitar satu jam setengah untuk sampai ke Biduk-Biduk.

Sesampainya di Biduk-Biduk, speedboat kami harus melewati terowongan sebuah dermaga agar bisa menyebrang. Agak ngeri juga karena terowongan dermaganya kecil sekali dan kapal kami cukup mepet dengan kaki dermaga. Untungnya, motoris sudah hafal diluar kepala.

Di dermaga ini, kami harus berganti dengan kapal kecil alias katingting. Suasana saat itu sangat sejuk. Sinar matahari tak terlalu menusuk kulit. Sepanjang perjalanan menyusuri sungai, dapat terlihat pepohonan rimbun menyelimuti pinggiran sungai. Air sungai tampak berwarna hijau tosca, membuat semua orang sulit menahan nafsu untuk segera melompat ke bawah.

Tak lama, sungai ini bermuara pada satu danau. Danau Labuan Cermin

Kalau kamu berkunjung ke Labuan Cermin, jangan lewatkan kesempatan untuk melakukan freedive, karena dibawah air terdapat kayu-kayu yang tersusun secara unik, menjadikan ornamen bagi kamu yang suka freediving. Cuma hati-hati karena danau ini cukup dalam, jadi bagi yang belum bisa berenang mungkin lebih baik menggunakan pelampung.

Menurut masyarakat, di Labuan Cermin juga dibilang cukup mistis. Jadi kalau ada peserta wanita yang sedang datang bulan, sebaiknya tidak mengunjungi Labuan Cermin. Entah mengapa, sudah menjadi aturan kasat mata bagi para masyarakat di sekitar Labuan Cermin.

Selalu ada aturan dimana kita menginjakkan kaki. Meskipun kadang terdengar lucu dan nggak logis, ada baiknya kita mengikuti aturan tersebut. Cusss jalan lagi!

Festival Tahunan Lembah Baliem di Papua

Menjelajahi Indonesia terutama di bagian timur yaitu Papua menyimpan banyak sekali tradisi dan budaya yang masih belum kita ketahui. Salah satunya ada festival tahunan yang diadakan oleh penduduk sekitar.

Di tengah jantung pergunungan tinggi papua terdapat sebuah festival yg diadakan rutin setiap tahunnya. Festival Lembah Baliem namanya, mungkin terdengar asing bagi kita, akan tetapi Festival ini adalah festival paling tua di tanah Papua. Diadakan sejak tahun 1989, festival ini setiap tahunnya menarik ribuan peserta dari mancanegara maupun lokal.

Suku Dani, Lani, Yali dulunya adalah suku yg suka berperang. Perang bagi mereka bukanlah sekedar adu kekuatan, akan tetapi juga melambangkan kesuburan dan kesejahteraan, darah dari peperangan akan membawa kesuburan bagi ladang dan ternak. Tetapi saat ini perang hanyalah menjadi atraksi ketika festival, perang sesungguhnya tidak lagi menjadi tradisi.

Atraksi perang dibuat senyata mungkin akan tetapi juga tetap aman untuk ditonton. Atraksi diisi dengan alur cerita tentang kehidupan sehari – hari yang akhirnya berujung pada sebuah konflik. Biasanya diakibatkan karena masalah cinta, penculikan gadis suku lain, penyerbuan ladang ataupun babi.
Festival ini tidak hanya diikuti oleh kaum lelaki, akan tetapi juga diikuti oleh kaum wanita bahkan anak – anak.

Puluhan distrik yg ada di pergunungan Wamena hadir disini, dari distrik Walesi yg paling dekat sampai distrik Trikora yg katanya menempuh 7 hari 7 malam berjalan kaki hadir disini. Dan disinilah kesempatan untuk kita bisa melihat keberagaman budaya suku2 yg tinggal di Lembah Baliem.

Selain atraksi perang2an, juga ada acara yg mengundang tawa, yaitu karapan babi. Disini babi peliharan mama2 akan diadu kelincahan dalam berlari. Tidak ketinggalan juga bakar batu yg merupakan merupakan tradisi penting di tanah Papua. Bakar batu adalah ritual masak bersama warga satu kampung yg tujuannya untuk bersyukur ataupun untuk bersilaturahmi.

Bumi pertiwi ini memiliki keragaman budaya yg luar biasa, bangga rasanya bs merasakan antusias dan semangat gotong royong para masyarakat disini dalam menjaga nilai2 dan budaya yg diwariskan agar tidak punah digerus zaman. Source : @catatanbackpacker

Tips Pergi Jalan – Jalan Ke Beijing

Siapa yang tidak suka jalan – jalan? Semua orang pasti suka travelling melihat sisi lain dari dunia yang sangat luas ini. Kali ini kita akan membahas apa saja yang harus dilakukan ketika pergi ke beijing dengan berbagai macam tips yang sangat menguntungkan.

Sebelum lanjut cerita ke kota selanjutnya yaitu Xian, saya ingin berbagi beberapa tips untuk berpergian ke Beijing agar aman, nyaman, dan murah tentunya. Ini dia tips murah pergi ke beijing ala travel blogger Ashari Yudha yang memiliki akun instagram bercentang biru.

1. Tiket ke Beijing, saya beli dadakan malah lebih murah.

Entah ini hoki atau bagaimana, saya beli tiket dadakan dari KL ke Beijing dengan harga yang tak terlalu mahal (bukan pas lagi promo), sekitar 950 ribu rupiah. Kalau direct dari Jakarta jauh lebih mahal. Saya kemaren 2x transit Jkt-JohorBaru-KL-Beijing dengan total price 1,2 juta.

2. Tukar uang sebelum berangkat.

Tarik ATM disini hancur ratenya, karena rupiah gak ngetop. Mending tukar di Indonesia, rate kemaren dapat 1 Yuan = IDR 1946.

3. Download VPN sebelum berangkat.

Wajib download VPN agar bs terkoneksi dengan semua produk Google! (Terutama Google Maps dan Google Search) Saya kemaren download 4 aplikasi VPN, dan gak ada yang working di China. Yang Working cuma satu yaitu “Super VPN” bisa cari di Playstore. Dikasih waktu satu jam, kalau diskonek, tinggal konekin lagi. Tanpa batas.

4. Bawa Masker.

Kalau yang ga kuat dengan debu, bawa masker. Polusinya jauh lebih parah dibanding Jakarta.

5. Bawa Tisu Basah dan Air Botolan Kalau Ke Public Toilet.

Untuk hal ini, saya akan jelaskan di postingan yang lebih detail. Pokoknya, bawa aja!

6. Bawa barang simpel, karena setiap masuk Subway kudu Scan Barang.

Baru sekali liat naik MRT harus scan barang dll. Jadi kalau buru2, bakalan lama karena scan XRay dulu. Jadi bawaan simpel aja.

7. Bawa Pasangan.

Public Display Affection di China parah. Jadi jangan gigit jari kalau kamu liat orang yang pelukan melulu, dan kamu cuma meluk backpack. Sedih amat.